CINTA bukan PERJANJIAN

" Jika mencintai setelah PERUBAHAN, itu bukan CINTA namanya, melainkan PERJANJIAN. Dan di dalam CINTA, tidak ada PERJANJIAN…"

Suatu hari mendengar kalimat itu, dari sebuah film (India, red), saya langsung suka. Betul-betul kalimat yang sangat dalam artinya (kalau bahasa sekarang dalem banged, red).

Coba bayangkan jika kita mencintai seseorang, tapi dengan syarat bahwa orang tersebut harus berubah sesuai dengan yang kita inginkan. Orang tersebut akan berubah sesuai dengan yang kita inginkan. Bukankah itu sama saja seperti kita mencintai bayangan diri kita sendiri? Apakah kita akan puas dengan mengubahnya menjadi orang yang sama sekali bukan dirinya? Apakah perlu perjanjian bahwa jika seseorang tersebut sudah berubah sesuai dengan keinginan kita, maka kita (baru) akan mencintainya?

Sebenarnya, seni dari mencintai seseorang itu adalah menyukai apa yang ada di dalam diri orang tersebut, baik itu kelebihannya maupun kekurangannya.

"Mencintai bukanlah tentang bagaimana mencintai seseorang yang sempurna… Tetapi bagaimana mencintai seseorang yang tidak sempurna tersebut secara sempurna."

Leave a Reply