Archive for May, 2007

Saat-Saat Terapuh

Wednesday, May 30th, 2007

Kadang aku berpikir, tepatkah keputusan yang telah kuambil
Kadang aku berpikir, legakah aku dengan keputusanku itu
Kadang aku berpikir, menyesalkah aku dengan keputusanku itu
Dan pada akhirnya…
Aku berpikir, tegarkah aku dengan keputusanku itu

Mungkin jawaban dari semua pertanyaan itu adalah “YA”
Mungkin aku tepat mengambil keputusan itu
Mungkin aku lega dengan adanya keputusan itu
Mungkin aku memang menyesal dengan keputusan itu
Dan mungkin aku tegar pada saat mengambil keputusan itu

Tapi… tegar?
Benarkah aku tegar? Benarkah aku setegar itu?
Atau mungkin aku hanya berpura-pura tegar?
Ternyata, aku tidak setegar yang aku kira
Aku tidak setegar yang terlihat
Aku tidak setegar itu
Rapuh… Aku benar-benar rapuh
Mungkin itu saat terapuh bagiku

Terkadang timbul pikiran, masih bisakah aku tersenyum seperti biasanya
Ya, ternyata aku masih bisa tersenyum
Tapi, itu hanya di luar
Di dalam, aku menangis

Luka itu terbuka lagi
Luka itu tergores lagi
Luka itu makin terasa perih dan sakit
Semua kenangan itu semakin jelas terbayang-bayang
Semua kenangan itu makin tak kuasa kulupakan

Kadang aku merasa marah atas keadaan ini
Kadang aku ingin protes atas keadaan ini
Tapi, aku harus marah dan protes pada siapa?
Aku harus marah dan protes terhadap apa?
Pada keadaan ini?
Ataukah pada keputusanku?
Entahlah…

Kadang aku berpikir, andai saja aku tidak harus mengambil keputusan itu
Kadang aku berpikir, andai saja tak ada jarak antara aku dan dia
Andai saja keputusan itu tak pernah kuambil
Andai saja keputusan itu tak pernah kuucapkan
Andai saja tak ada jarak itu
Andai saja…
Andai saja…
Begitu banyak “Andai saja” yang ada di dalam pikiranku
Begitu banyak “Andai saja” yang kuucapkan
Tapi tetap tak akan bisa mengubah keadaan

“Aku harus tegar!”
“Aku harus lebih dewasa lagi!”
Itulah yang harus kulakukan saat ini
Tak akan kusesali keputusan yang telah kuambil
Tak akan kutangisi keputusan yang telah kuambil itu
Tak akan kutangisi lagi keadaan yang telah terjadi

Tapi, ada satu hal yang tak akan berubah
Kau dan semua tentangmu
Akan selalu menjadi bagian dalam hidupku
Akan selalu menjadi bagian dari masa lalu
Yang akan kusimpan di suatu tempat rahasia dan istimewa
Yang tak akan kulupa…

***** Di saat terapuhku *****

My First Day

Saturday, May 5th, 2007

My First day… Di hari pertama kerja, masa adaptasi sebenarnya. But….. It’s hard for me, really really hard. kenapa? Yach… pertama, karena itu merupakan kerja pertamaku (di sebuah kantor). Kedua, aku merasa apa yang (akan) aku kerjakan di kantor itu merupakan hal yang tidak aku sukai dan tidak aku kuasai dengan baik. Memang, aku pastinya akan belajar lagi, tapi… sulit sekali bagiku. Baru saja memasuki hari pertama, aku sudah disuruh untuk mencoba membuat suatu tugas kecil (Hellow… Come On!!!! That’s not a simple task for me.) Aku gelagapan dengan tugas itu, bingung… bingung se-bingung-bingungnya… Tapi aku coba untuk mempelajari dulu. Eh… belum ada 1 jam, orang yang menyuruhku membuat tugas itu sudah kembali lagi dan bertanya “Bagaimana? Sudah jadi?”. Hello…….. Come On, Man!!! Please….. Are you kidding me???? Bagaimana bisa jadi membuat sebuah program yang aku sendiri belum familiar menggunakannya, sudah jadi dalam 1 jam??? Tidak mungkin lah.
Lalu aku jawab saja belum, dan aku lanjutkan lagi mempelajarinya. Lalu, belum ada 1 jam lagi, orang itu sudah kembali lagi dengan pertanyaan yang sama. Dan kemudian dia mengatakan hal-hal yang membuatku sedikit tersinggung.
Orang itu : “Bagaimana? Sudah jadi donk?”
Aku : “Ya belum lah mas! Memangnya aku bisa memprogram? Aku masih mempelajari dulu”
Orang itu : (melihat ke komputer yang aku gunakan) “Oh… dipelajari sampai mendetail ya? Kenapa tidak langsung mempelajari apa yang dibutuhkan saja?”
Aku : “Ya… karena aku belum mahir, ya aku pelajari dulu dari awal.”
Orang itu : (melihat ke catatanku sambil mengangguk-angguk) “Wah… sampai ditulis segala ya langkah-langkahnya?!” (dan tersenyum simpul)
Aku : (dengan perasaan yang sedikit tersinggung) “Khan tadi aku sudah bilang, aku tidak pintar memprogram”
And so on… ada “perdebatan” yang membuatku tersinggung pada akhirnya.

Aku tahu memang dunia kerja itu seperti itu, keras. Aku juga tahu bahwa nanti di dunia kerja kita akan sering menjumpai orang-orang dengan berbagai macam kepribadian, termasuk yang menyebalkan seperti orang itu. Aku juga tahu bahwa di dalan dunia kerja akan ada tekanan-tekanan seperti deadline. Tapi… aku benar-benar merasa tidak menikmatinya.
Memang, pada awalnya aku mengatakan pada diriku sendiri, bahwa aku akan berusaha. And i did it… but, i give up now. Aku sudah berusaha, tapi pada akhirnya aku merasa sangat tertekan dan tidak mampu untuk melakukannya. Jadi… apakah salah kalau aku berhenti di sini, dan mencari tempat lain yang mungkin aku bisa menikmatinya (walaupun sedikit)?????