May 11, 2006
Thursday, May 11th, 2006Menanti merupakan pekerjaan yang sangat tidak menyenangkan. Kurasa tak seorang pun yang senang melakukan pekerjaan itu. Apalagi menantikan sesuatu yang tidak menentu dan tak pasti.
Menanti sesuatu yang tak pasti adalah sebuah kebodohan. Kebodohan yang terkadang tidak sadar kita lakukan.
Dan aku melakukannya. Melakukan sebuah penantian bodoh. Ya… Benar-benar sebuah penantian bodoh.
Jika kau tanyakan padaku mengapa aku melakukan penantian bodoh ini, aku sendiri tak tahu jawabnya. Dan sepertinya juga, aku terlihat sedikit menikmatinya. Menikmati penantian bodoh yang kulakukan. Walaupun sebenarnya aku merasa tersiksa atas penantian bodoh ini, aku tetap tidak mengakhirinya. Atau justru karena aku sendiri enggan untuk mengakhiri penantian ini?
Penantian bodoh ini diawali dengan kabar berita dari dirinya, yang ternyata juga membuatku sedikit berdebar-debar menantikan kabar berita itu. Tetapi, setelah sekian lama kabar beritanya kudengar, entah mengapa dia lenyap dan menghilang tanpa kabar berita juga. Membuatku selalu bertanya-tanya dan menantikan kabar berita darinya. Dan aku terus menantikan itu sampai saat ini.
Kau pasti bertanya-tanya, mengapa aku tidak melangkah lebih dulu. Aku sendiri tidak tahu mengapa aku enggan melakukan itu. Tapi aku rasa itu karena egoku yang melarangku untuk melangkah lebih dulu. Aku merasa apabila aku melangkah lebih dulu, maka dia akan semakin jauh dari diriku. Walaupun sebenarnya aku sangat ingin melakukannya.
Sebenarnya penantian macam apa yang kulakukan ini? Perlukah aku melakukan ini? Jawabnya tidak. Bahkan aku sendiri sudah tahu jawabnya. Aku sudah tahu penantian apa yang kulakukan ini. Dan apa aku punya hak untuk melakukan ini? Tidak. Aku sendiri bahkan sudah tahu bahwa aku tidak ada hak apa pun untuk melakukan penantian ini.
Aku bukanlah seorang yang mempunyai arti penting bagi dirinya, begitu juga dirinya bagiku.
Aku tahu aku harus segera menghentikan penantian bodoh ini, sebelum aku sakit karenanya. Tapi, bisakah kau berikan aku sedikit waktu, agar aku menikmati rasa ini… penantian bodohku ini.