Archive for March, 2006

Salahkah…?!?!

Thursday, March 23rd, 2006

Salahkah aku dalam mengambil keputusan kali ini?
Salahkah aku dalam menjalani apa yang telah aku putuskan itu?
Salahkah aku memiliki perasaan ini?
Salahkah aku bila aku menikmati perasaan ini?
Salahkah aku bila aku sedikit merasa senang?
Dan…
Salahkah aku bila aku sedikit berharap?

Bila itu semua sebuah kesalahan…
Apakah sebuah kesalahan juga jika aku menikmati kesalahan tersebut?

Aku tahu aku melakukan kesalahan besar apabila aku tetap meneruskan kesalahan itu…
Tapi mungkin aku juga butuh waktu sedikit lagi…
Agar aku juga bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan itu…

Something’s New…

Tuesday, March 21st, 2006

Setelah sesuatu itu melalui jalan yang lain - seperti yang sudah aku katakan -, semuanya berjalan lancar-lancar saja. Semoga apa yang sudah terjadi selama beberapa minggu terakhir ini, akan tetap seperti itu adanya.

Tetapi, mengapa setelah jalan yang kupilih ini, aku merasakan ada yang lain juga. Ada sedikit yang lain juga dalam hatiku. Ada sedikit rasa senang, rasa berdebar-debar, rasa berharap… Entah ini memang karena aku sudah lama tidak berdekatan dengan sesuatu itu, atau hanyalah karena aku ingin merasakan sensasi saja. Yach… benar, sensasi dari suatu jalan lain yang telah aku pilih. Aku tak tahu.

Tapi mengapa juga, seolah-olah sesuatu itu “mendukung” perasaan lain yang aku rasakan itu. Mengapa juga sesuatu itu seolah-olah sangat dekat denganku, seperti dulu kala?
Sebenarnya perasaan ini sedikit menggangguku, sedikit membuatku “terbang”. Tapi apapun itu, aku menikmatinya…

Something’s Happen…

Thursday, March 16th, 2006

Pada saat aku sudah merasakan tenang dalam hati, damai… tiba-tiba saja ada sesuatu yang datang. Sesuatu yang sepertinya aku sangat mengenalnya… dulu. Sesuatu itu berasal dari bagian dari lembaran-lembaran hidupku. yah… sesuatu itu datang tanpa permisi, tanpa pemberitahuan. Tapi, sesuatu itu cukup membuatku merasa tidak tenang lagi. Ada sesuatu yang terjadi…
Mengapa sesuatu itu datang pada saat aku sudah merasa tenang? Mengapa sesuatu itu mengabaikan aku pada saat aku mengingatnya? Mengapa sesuatu itu datang kembali justru pada saat aku sudah mulai melupakannya? Dan mengapa sesuatu itu memberikan kejutan kecil, yang ternyata sedikit membuatku “tergelitik”… kalau tidak bisa dibilang sedikit membuatku bertanya-tanya.
Tapi, bagaimanapun, aku berterima kasih pada sesuatu itu karena telah sedikit membuka mata dan mungkin juga hatiku. Aku juga berterima kasih karena sesuatu itu sudah mulai membuka jalan lain bagi diriku dan juga sesuatu itu. Jalan lain yang tidak sama dengan jalan yang ada dalam lembaran hidupku. Jalan lain yang mungkin membuatku lebih nyaman.

Surabaya, 17 March, 2006